Oleh:
Titim Kurnia
SDN Gegerkalong Girang 1 Sukasari Kota Bandung
Sebuah inspirasi bagi rekan-rekan yang berprofesi sebagai guru. Selengkapnya dapat dibaca pada LINK ACADEMIA.EDU ini.
Sabtu, 15 November 2014
Minggu, 09 November 2014
Baca dan Pena: Wahyu Pertama, Kenapa?
Oleh :
Oleh: Prof. H. Abdurrahman Mas'ud, PhD
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama & Keagamaan
Selengkapnya KLIK LINK berikut.
Jumat, 07 November 2014
Analisis Sintagmatik dan Paradigmatik Cerita Pendek
Untuk lebih lengkap silakan KLIK LINK Academia.edu ini.
Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membaca naskah ini dan sekaligus memberikan komentar-komentarnya untuk penyempurnaan naskah-naskah berikutnya.
Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membaca naskah ini dan sekaligus memberikan komentar-komentarnya untuk penyempurnaan naskah-naskah berikutnya.
Selamat berimajinasi.
Minggu, 19 Oktober 2014
Tinjauan tentang Kreativitas dalam Proses Pembelajaran Menulis Tingkat Madrasah Ibtidaiyah
Oleh Yudha Andana Prawira
Creativity is crucial of education, and are often overlooked by the academic community in the madrasah. As efforts to develop the wealth of knowledge the authors present a glimpse of creativity in education. Starring role in the education of teachers for the development of creativity, because the creative teacher will give birth to a creative student. Academically, teachers also need to know about the activities undertaken by the students' creativity and how to measure the level of creativity.
Kata kunci: kreativitas, guru, dan pembelajaran menulis
Untuk bacaan lebih lengkapnya dapat diklik LINK ini.
Jumat, 17 Oktober 2014
Kamis, 16 Oktober 2014
Sekilas tentang Konsep Kurikulum 2013
Bahan ini disampaikan pada Diklat Pengembangan Media Pembelajaran di Kabupaten Indramayu 2014.
Seleengkapnya klik LINK ini.
Seleengkapnya klik LINK ini.
Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Guru MA
Bahan tayang ini disampaikan pada Diklat Guru Muda Mapel Bahasa Indonesia Tahun 2014 di Balai diklat Keagamaan Bandung.
Selengkap klik link ini.
Selengkap klik link ini.
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI KURIKULUM 2013
Oleh:
Yudha Andana Prawira
Email: yudhaandanaprawira@kemenag.go.id
Keyword: curriculum, Indonesian, literacy
dapat juga dibaca pada LINK ini
Yudha Andana Prawira
Email: yudhaandanaprawira@kemenag.go.id
Abstract:
Curriculum development in a country will always happen.
In Indonesia, rapid occurred development curriculum toward
globalisation in the world. In this
paper will only discuss about Indonesian education curriculum. Why Indonesian
curriculum developed to literacy-based curriculum
based on the
earlier language skills? It is the focus of
the current author. Indonesia is need of
students who are competent in
literacy in order to compete in
the global world. Hopefully a very short
and simple this
can be an inspiration for all readers, especially
teachers of Indonesian.Keyword: curriculum, Indonesian, literacy
dapat juga dibaca pada LINK ini
Rabu, 15 Oktober 2014
Karya tahun 2008
METAPHORS
AND UTTERANCES REJECTED OF LANGUAGE CHOISE IN PAREAN GIRANG VILLAGE OF
KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU WEST JAVA
By: Yudha Andana Prawira
Email: yudhaandanaprawira@kemenag.go.id
Abstract:
Situation, profession, education, job, and the environment, can interference that code mixing and switching code. This happens in every language. Researchers try to apply the theory proposed Glumperz (1977) and Fasold (2001).
Rabu, 16 Juli 2014
Memahami Estetika Sastra: Sebuah Analisis Estetika dalam Pembelajaran Bahasa
Yudha Andana Prawira
Balai Diklat Keagamaan Bandung
Surel:
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
yudhaandanaprawira@kemenag.go.id
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Abstract:
The beauty of the language needs to be developed and enriched learning in schools. Due to embed estitka in speaking directly and will have a positive impact for students. Especially with the byword that says that language suggests the nation. This sentence means if you want to be called a nation both in terms of temperament, it can be reached by introducing elements of learning through learning estitika literature. The following will be presented on the aesthetics of language learning as an effort in planting values with optimal national character. As a person who engaged in language education, we deserved a better understanding of aesthetic value. Hopefully this short article will inspire you.
Kata-kata kunci:
Bahasa, estetika, keindahan, sastra, dan empati
Klik tautan berikut untuk membaca lebih lengkap.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
BEDAH SOAL UN BAHASA INDONESIA SMP DI KABUPATEN CIREBON 2018 silakan klik link berikut ini https://www.academia.edu/37261017/Bedah_Soal_...
-
Oleh: Yudha Andana Prawira E mail: yudhaandanaprawira@kemenag.go.id Abstract: Curriculum development in a country will ...